Pemko
Banda Aceh
Apa
itu Pemko Banda Aceh? Pemko adalah singkatan dari Pemerintah Kota, jadi Pemko
Banda Aceh adalah Pemerintah Kota Banda Aceh. Pemko Banda Aceh merupakan suatu
lembaga yang mengatur dan memimpin kota Banda Aceh agar tetap selalu menjadi
model kota Madani.
Baiklah
sekarang kita akan melirik sekilas mengenai sejarah terbentuknya Pemko Banda
aceh,chekidot....Kota Banda Aceh adalah salah satu kota yang
berada di Aceh dan menjadi ibu kota Provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda
Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kota Banda
Aceh merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara, di mana Kota Banda
Aceh merupakan ibu kota dari Kesultanan Aceh.
Banda
Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh
Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh
Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan
Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba,
Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri).
Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah
Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribukota di
Kutaraja (Banda Aceh).
Kemunculan
Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari
eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan
terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat
singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam. Lokasi
istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.
Sultan
Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh
Darussalam yang beribukota di Banda Aceh, hanya selama 10
tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat
Syah, pemimpin pertamaKesultanan Aceh
Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun
936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa
pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil
membangun Banda Aceh sebagai
pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah
berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur
perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan
armada Portugis.
Pada
masa Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tumbuh kembali
sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu
sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh
sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana
Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).
Pada
masa agresi Belanda yang kedua, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh
keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan
memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi
Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama
kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri
Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No.
Des 52/1/43-43
Pada
tanggal 26 Desember 2004,
kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa
9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia.
Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60%
bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota
Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2012 adalah
sebesar 248.727 jiwa.
Kota
Banda Aceh terdiri dari 9 kecamatan, 17 mukim, 70 desa dan 20 kelurahan. Wali kota Banda
Aceh yang
sekarang adalah Illiza Sa'aduddin
Djamal. Ia diangkat menjadi wali kota pada
tahun 2014 melalui Surat Keputusan No. 131.11 - 1644 Tahun 2014.
Apa
yang terlintas di benak anda ketika anda mendengar Pemerintah Kota Banda Aceh?
Wali
Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE dalam menjalankan pemerintahannya
lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat islami karena menyesuaikan dengan
kondisi Aceh yang menerpakan Syariat Islam. Pemko Banda Aceh juga memberikan
pelayanan yang ramah terhadap masyarakat jika ada keluhan dari masyarakat Kota
banda aceh. contohnya dalam kasus Bu Illiza menyampaikan tiga saran di seminar
city branding. Dalam kesempatan ini dimanfaatkan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza
Saaduddin Djamal SE untuk menyampaikan saran kepada pihak Kementerian
Pariwisata dan GarudaIndonesia. Salah satu sarannya adalah
Illiza meminta setiap pramugari dalam penerbagan ke Aceh agar menggunakan hijab bagi yang beragama Islam karena menyesuaikan dengan kondisi Aceh yang menerpakan Syariat Islam.
Illiza meminta setiap pramugari dalam penerbagan ke Aceh agar menggunakan hijab bagi yang beragama Islam karena menyesuaikan dengan kondisi Aceh yang menerpakan Syariat Islam.
Namun
apa yang membedakan Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Pemerintah Kota lainnya?
Pemerintah
Kota Banda Aceh dalam menjalankan kepemerintahannya lebih mengutamakan hal-hal
yang bersifat islami karena ingin menyesuaikan dengan Aceh yang menerapkan
syariat islam, mungkin saja pemko lainnya tidak terlalu menerapkan sistem yang
islami karena daerahnya tidak terlalu identik dengan syariat islam. Contohnya
Pemerintah Kota Bandung. Karena daerahnya bukan suatu daerah yang menerapkan
syariat islam(dalam hal ini bukan berarti Kota Bandung itu bukan Kota
islam),tapi mungkin saja dalam
kepemerintahannya tidak mengutamakan sesuatu hal yang bersifat islami.
Nah
sekarang kita akan melihat sekilas mengenai Branding dari Pemko Banda Aceh.
Sebelum kita tau branding dari Pemko Banda Aceh, kita harus tau dulu apa itu
Brand?Apa sih Brand itu? binatang apa itu atau makhluk apakah itu?
Nah
teman pembaca jangan terkejut ketika mendengar kata binatang atau makhluk pada
kalimat di atas. Brand itu bukan seekor binatang atau seorang makhluk kok,
Brand merupakan merek yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Namun apakah sama
Brand dengan Branding? Kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Kalau brand adalah
merek suatu perusahaan sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi
yang dilakukan oleh perusahaan dalam membangun brand.
Nah
setelah kita mengetahui tentang brand dan branding, sekarang mari kita lihat
brand dan branding dari Pemko Banda Aceh. Chekidot...
Brand Pemko Banda Aceh
“Banda Aceh Model Kota
Madani.”
Sedangkan
Branding dari Pemko Banda Aceh ialah bersifat islami, penuh keramahan dalam
melayani masyarakat, peduli akan keluhan masyarakat serta selalu berusaha untuk
membuat Kota Banda Aceh agar selalu menjadi Model Kota Madani.
Nah
teman pembaca, dalam hal ini jika saya menjadi seorang Walikota Banda Aceh,
saya akan melakukan segala hal untuk memajukan Kota Banda Aceh dan selalu berusaha
agar Kota Banda Aceh selalu menjadi Model Kota Madani. Hal itu akan saya
wujudkan dengan cara lebih menerapkan syariat-syariat islam didalam kehidupan
masyarakat Kota Banda Aceh agar masyarakat memiliki moral dan etika dalam
bertindak sehari-sehari. Selain itu, saya juga akan membangun fasilitas yang
layak untuk para pedagang, supaya tidak adanya masyarakat yang berdagang di
kaki lima dan otomatis dengan itu pasar menjadi tertata lebih rapi dan pastinya
berbelanja akan lebih aman. Kemudian saya akan membangun perekonomian Banda
Aceh dengan cara mengurangi pengangguran seperti membuka lapangan kerja baru.
Bukan hanya hal itu, saya juga akan membuat Kota Banda Aceh ini selalu terlihat
bersih, aman, damai sehingga dapat di akui oleh masyarakat kota lain bahwa Kota
Banda Aceh merupakan Model Kota Madani dan patut untuk di contoh.
Inilah
sedikit cerita saya mengenai Pemko Banda Aceh, semoga teman pembaca dapat
mengambil suatu manfaat dan ilmu pengetahuan dari apa yang telah saya ceritakan
diatas,amiiin,,,terimaksiiiiih