Jumat, 10 Juni 2016

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh
Apa itu Pemko Banda Aceh? Pemko adalah singkatan dari Pemerintah Kota, jadi Pemko Banda Aceh adalah Pemerintah Kota Banda Aceh. Pemko Banda Aceh merupakan suatu lembaga yang mengatur dan memimpin kota Banda Aceh agar tetap selalu menjadi model kota Madani.
Baiklah sekarang kita akan melirik sekilas mengenai sejarah terbentuknya Pemko Banda aceh,chekidot....Kota Banda Aceh adalah salah satu kota yang berada di Aceh dan menjadi ibu kota Provinsi AcehIndonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kota Banda Aceh merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara, di mana Kota Banda Aceh merupakan ibu kota dari Kesultanan Aceh.
Banda Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri). Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribukota di Kutaraja (Banda Aceh).
Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam. Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.
Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertamaKesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.
Pada masa Sultan Iskandar MudaBanda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).
Pada masa agresi Belanda yang kedua, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43
Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2012 adalah sebesar 248.727 jiwa.
Kota Banda Aceh terdiri dari 9 kecamatan, 17 mukim, 70 desa dan 20 kelurahan. Wali kota Banda Aceh yang sekarang adalah Illiza Sa'aduddin Djamal. Ia diangkat menjadi wali kota pada tahun 2014 melalui Surat Keputusan No. 131.11 - 1644 Tahun 2014.
Apa yang terlintas di benak anda ketika anda mendengar Pemerintah Kota Banda Aceh?
Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE dalam menjalankan pemerintahannya lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat islami karena menyesuaikan dengan kondisi Aceh yang menerpakan Syariat Islam. Pemko Banda Aceh juga memberikan pelayanan yang ramah terhadap masyarakat jika ada keluhan dari masyarakat Kota banda aceh. contohnya dalam kasus Bu Illiza menyampaikan tiga saran di seminar city branding. Dalam kesempatan ini dimanfaatkan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE untuk menyampaikan saran kepada pihak Kementerian Pariwisata dan GarudaIndonesia. Salah satu sarannya adalah
Illiza meminta setiap pramugari dalam penerbagan ke Aceh agar menggunakan hijab bagi yang beragama Islam karena menyesuaikan dengan kondisi Aceh yang menerpakan Syariat Islam.
Namun apa yang membedakan Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Pemerintah Kota lainnya?
Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menjalankan kepemerintahannya lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat islami karena ingin menyesuaikan dengan Aceh yang menerapkan syariat islam, mungkin saja pemko lainnya tidak terlalu menerapkan sistem yang islami karena daerahnya tidak terlalu identik dengan syariat islam. Contohnya Pemerintah Kota Bandung. Karena daerahnya bukan suatu daerah yang menerapkan syariat islam(dalam hal ini bukan berarti Kota Bandung itu bukan Kota islam),tapi  mungkin saja dalam kepemerintahannya tidak mengutamakan sesuatu hal yang bersifat islami.
Nah sekarang kita akan melihat sekilas mengenai Branding dari Pemko Banda Aceh. Sebelum kita tau branding dari Pemko Banda Aceh, kita harus tau dulu apa itu Brand?Apa sih Brand itu? binatang apa itu atau makhluk apakah itu?
Nah teman pembaca jangan terkejut ketika mendengar kata binatang atau makhluk pada kalimat di atas. Brand itu bukan seekor binatang atau seorang makhluk kok, Brand merupakan merek yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Namun apakah sama Brand dengan Branding? Kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Kalau brand adalah merek suatu perusahaan sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam membangun brand.
Nah setelah kita mengetahui tentang brand dan branding, sekarang mari kita lihat brand dan branding dari Pemko Banda Aceh. Chekidot...
Brand Pemko Banda Aceh
“Banda Aceh Model Kota Madani.”
 
Sedangkan Branding dari Pemko Banda Aceh ialah bersifat islami, penuh keramahan dalam melayani masyarakat, peduli akan keluhan masyarakat serta selalu berusaha untuk membuat Kota Banda Aceh agar selalu menjadi Model Kota Madani.
Nah teman pembaca, dalam hal ini jika saya menjadi seorang Walikota Banda Aceh, saya akan melakukan segala hal untuk memajukan Kota Banda Aceh dan selalu berusaha agar Kota Banda Aceh selalu menjadi Model Kota Madani. Hal itu akan saya wujudkan dengan cara lebih menerapkan syariat-syariat islam didalam kehidupan masyarakat Kota Banda Aceh agar masyarakat memiliki moral dan etika dalam bertindak sehari-sehari. Selain itu, saya juga akan membangun fasilitas yang layak untuk para pedagang, supaya tidak adanya masyarakat yang berdagang di kaki lima dan otomatis dengan itu pasar menjadi tertata lebih rapi dan pastinya berbelanja akan lebih aman. Kemudian saya akan membangun perekonomian Banda Aceh dengan cara mengurangi pengangguran seperti membuka lapangan kerja baru. Bukan hanya hal itu, saya juga akan membuat Kota Banda Aceh ini selalu terlihat bersih, aman, damai sehingga dapat di akui oleh masyarakat kota lain bahwa Kota Banda Aceh merupakan Model Kota Madani dan patut untuk di contoh.

Inilah sedikit cerita saya mengenai Pemko Banda Aceh, semoga teman pembaca dapat mengambil suatu manfaat dan ilmu pengetahuan dari apa yang telah saya ceritakan diatas,amiiin,,,terimaksiiiiih